Tampilkan postingan dengan label Golput. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golput. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2008

Fenomena Golput di Indonesia

INFO:
Ketua Umum PDIP Megawati: "Orang-orang yang GOLPUT seharusnya tidak bisa menjadi WNI karena mereka menghancurkan sistem dan tatanan demokrasi serta perundang-undangan negeri ini".
Pilkada 2008 di beberapa daerah jumlah GOLPUT: DKI 35%, Jabar 33%, Jateng 44%, Sumut 43% (MediaIndonesia, 07/07/2008)

KOMENTAR:
1) Yang BENAR justru GOLPUT muncul karena masyarakat sadar dan cerdas bahwa sistem politik saat ini demikian rusak
2) Korupsi, Kezaliman, Mafia Peradilan dan Produk UU hanya dijadikan kepentingan idividu dan partai, terjadi di mana-mana.
Karenanya kredibilitas Partai, DPR dan Pemerintah ANJLOK di mata masyarakat.
Akhirnya masyarakat bersikap GOLPUT

Rabu, 13 Agustus 2008

Pejabat Panik hadapi fenomena Golput

INFO:
Ketua MPR Hidayat Nurwahid: "Golput akan menjadi sangat kontraproduktif. Sebab, Pemilu menghadirkan anggaran dan sumber daya yang sangat besar" (detik.com, 24/07/2008)

KOMENTAR:
Sebelumnya Megawati menyatakan orang golput tidak boleh jadi WNI. Juga Ketua KPU Abdul Hafiz: "Golput tidak pernah melahirkan pemimpin yang baik" (Detik.com, 17/07/2008)
TERLIHAT, para pejabat panik dengan fenomena golput.
Mestinya, mereka sadari bahwa kepercayaan rakyat pada proses demokrasi tersebut terus turun atau TIDAK PERCAYA

Sabtu, 02 Agustus 2008

Golput karena tidak Percaya Parpol dan Elite Politik

INFO:
Golput di Jatim secara keseluruhan sebesar 39.2% dari jumlah pemilih yang terdaftar. Dari suara yang terkumpul, tidak ada pasangan yang meraih lebih dari 30%, paling tinggi 25.52% (KOMPAS, 24/07/2008)

KOMENTAR :
lagi-lagi GOLPUT yang menang. Tambah lagi bukti nyata, bahwa Rakyat TIDAK PERCAYA kepada Parpol dan Elite.