Tampilkan postingan dengan label Umat Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umat Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Oktober 2008

Presiden AS selalu Memusuhi Islam

INFO: Calon Presiden AS, Barack Obama, menegaskan kembali komitmennya bagi keamanan Israel. Sebelumnya, Obama juga dukung langkah Israel mengebom sebuah bangunan di Al Kibar, Suriah Utara yang dicurigai Israel sebagai fasilitas nuklir (Republika, 24/07/2008)

Obama juga dukung Jerusalem jadi ibukota Israel yang utuh dan tidak berbagi dengan Palestina (Indopos, 24/07/2008)

KOMENTAR:
Terkait Islam dengan Israel, maka siapapun Presiden AS sikapnya SELALU SAMA: "memusuhi Islam dan melindungi Israel".

Sabtu, 27 September 2008

Jangan Pudarkan Idealisme Parpol Islam

INFO:
Lembaga Survey Indonesia (LSI) : Berbagai Partai Politik Islam disarankan berani keluar dari pasar utama (captive market)-nya, jika ingin mencapai target menjadi parpol dengan perolehan suara besar (KOMPAS, 26/09/2008)

KOMENTAR:
Langkah ini tepat jika Partai Politik Islam ingin mencapai kemenangan semu yang penuh dengan pragmatisme. Sehingga pada suatu saat nanti, akan terjadi kondisi masyarakat yang dipimpin oleh Partai Politik Islam tapi tidak menggunakan dan memperhatikan Islam itu sendiri. Keterjebakan pada sistem sering terjadi pada kondisi seperti itu.
Tentunya, Parpol Islam harus memahami secara benar dan mendalam tentang tujuan dan maksud pendirian partai. Jangan pudarkan Idealisme partai dengan kepentingan pragmatis sesaat.
Demikian pula, masyarakat harus mampu, mau dan memahami bahwa HANYA Parpol Islam yang memperjuangkan umat Islam-lah yang LAYAK dipilih.-

Kamis, 24 Juli 2008

Mereka Incar Islam karena Benci

INFO: Aksi anarkis buntut Pilkada Maluku Utara (Malut) semakin tidak terkendali. Setelah ruang kerja dan dua kamar di rumah Abdul Gafur dibakar massa pada Sabtu (19/7), kemarin giliran rumah Kepala Bappeda Malut Dr Muhajir Marsaoly yang jadi sasaran keberingasan massa (Radar Bogor, 21/07/2008)

KOMENTAR :
Bisa dilihat bersama, LSM dan Asing tidak ada satu pun yang berkomentar dan ikut campur pada masalah yang sangat tidak terkendali tersebut. Beda saat Insiden Monas terjadi. Begitu banyak LSM, Media Massa dan Asing yang memberikan responnya. Sangat jelas, umat Islam senantiasa diperhatikan dan diincar saat melakukan ‘kesalahan’ sekalipun diprovokasi oleh kalangan mereka yang membenci Islam.

Senin, 07 Juli 2008

Arus Islam TERUS 'DIHENTIKAN'

INFO : Kasatgas Antiteror dan Bom Mabes Polri Brigjen (Pol) Surya Dharma menyatakan Indonesia menjadi ladang subur bagi gerakan teroris karena ada sekelompok orang yang bercita-cita mendirikan NII atau Kekhilafahan yang tak menampik cara-cara kekerasan (Radar-Bogor, 06/07/2008)

KOMENTAR :
Tampak jelas bahwa kelompok anti-syariah tidak akan pernah berhenti berupaya menggagalkan perjuangan dan keinginan umat Islam untuk menerapkan Aturan Allah (Syariat Islam). Berbagai cara mereka lakukan, mulai cara adu domba antara Pejuang Syariah dengan Kelompok Tradisional, adu domba dengan ‘tokoh’ pembela kesesatan, mendiskreditkan Indonesia sebagai “sarang teroris” (padahal jelas sumbernya dari Singapura), Agenda linkage (pengkaitan) dan sebagainya. Ingatlah Firman Allah SWT: “Tidak akan pernah Ridho Kaum Yahudi dan Nashara’, sampai kalian mengikuti millah mereka.” (Al Ayat)

Intervensi AS dalam Masalah Agama

INFO: Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS merekomendasikan kepada Menlu AS Condoleezza Rice: “Pemerintah INDONESIA tidak mampu dan tidak mau meredam kekerasan dan penutupan paksa tempat ibadah agama minoritas.” AS menuduh kekuatan politik dan kelompok Islam ekstrim sebagai pendorongnya (Media Indonesia, 4/5/08)

KOMENTAR:
Ini intervensi nyata AS terhadap Indonesia. Selain kirim surat ke Depag, lalu menekan SBY, AS juga melakukan tekanan-tekanan lain. Tujuannya sangat jelas: “supaya Ahmadiyah tidak dilarang, hingga konflik di Indonesia terus terjadi dan Indonesia tetap lemah serta Islam dijauhi.”

Adu Domba untuk Bela Ahmadiyah

INFO: Syafii Maarif: “Saya akan bela sepenuhnya Ahmadiyah jika mereka dzalimi, dirampok dan keluarga mereka diusir. Ini perbuatan biadab karena pengikut Ahmadiyah itu punya hak yang sama dengan WNI yang lain” (Republika, 29/4/2008)

KOMENTAR:
1) Syafi’i telah proklamirkan diri sebagai pembela Ahmadiyah
2) Syafi’i gagal bedakan kebebasan beragama dengan pengacak-acakan agama seperti yang dilakukan Ahmadiyah
3) Kelambanan Pemerintah berekses pada kekerasan yang mestinya tidak terjadi
4) Awas adu domba lewat “tokoh” pembela kesesatan.

Kebohongan Publik oleh Ahmadiyah

INFO : Jubir Ahmadiyah Syamsir Ali: “Tadzkirah kedudukannya tidak sama dengan Al Qur’an, tadzkirah hanyalah kumpulan qiyas atau ijma” (TVOne 29/04/2008 ‘Apa Kabar Indonesia’ pkl 7)

KOMENTAR:
Ini “kedustaan nyata!” alias kebohongan Publik. Isi tadzkirah itu sudah sangat jelas adalah penggalan al Qur’an yang dibolak-balik urutan letaknya dan ditelikung isinya lalu dinisbatkan kepada Mirza Ghulam Ahmad! Jadi, bagaimana mungkin dapat disebut qiyas atau ijma?

Waspadai Rekayasa Opini Pojokkan Islam

INFO : Massa Abdul Ghafur menolak keputusan Mendagri yang memutuskan Ghafur kalah dalam pemilihan Gubernur Maluku Utara. Sebelumnya terjadi bentrok fisik antar pendukung kedua calon. Hari ini terjadi bentrok fisik antara pendukung Ghafur dengan Polisi (TVOne, 7/6/08)
KOMENTAR : Insiden Monas disebut Aksi Kekerasan hanya karena melibatkan massa Islam. Tapi kekerasan lain yang berdarah-darah dianggap biasa saja. Waspadai rekayasa opini untuk pojokkan Islam lewat media sedang digulirkan dan berjalan

TIDAK TEGASnya Pemerintah

INFO: M. Atho Mudzhar, Ka Litbang Depag, kepada Radio Nederland Wereldomroep: “Pemerintah RI memutuskan tidak melarang gerakan moderat Islam Ahmadiyah” (Hidayatullah.com,7/6/08). Kejakgung Hendarman S: “Kalau pun SKB keluar, Ahmadiyah tidak dibubarkan tapi dibekukan” (RCTI 7/6/08)
KOMENTAR :
1) Media Asing sebut Ahmadiyah sebagai “Islam Moderat”
2) Tidak jelas, apa maksud “tidak dilarang” atau “dibekukan”.
Terlihat pemerintah memang TIDAK TEGAS padahal jelas-jelas Ahmadiyah menodai Islam

TIDAK SERIUSnya Pemerintah

INFO: Reporter TransTV mengelaborasi/menelusuri SKB tentang Pembubaran Ahmadiyah. Ternyata sampai Rabu 5 Juni 2008 TIDAK ADA KEJELASAN tentang SKB tersebut baik di Depag, Depdagri maupun kejagung. Bahkan, Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng mengaku Presiden belum pernah menerima draft SKB tersebut (TransTV 5/6/08)

KOMENTAR:

Ternyata sangat Jelas, Pemerintah memang TIDAK SERIUS terkait SKB tersebut. Padahal, kelambanan Pemerintah inilah BIANG MASALAH insiden di Monas 1 Juni 2008

Ahmadiyah SESAT dari Islam

INFO: 1) MUI meminta Pemerintah SEGERA keluarkan SKB tentang Pembubaran Ahmadiyah, 2) Prof. Din Syamsuddin akan berdialog dengan Ahmadiyah (TVOne 6/6/08 pk 00.20)

KOMENTAR:
Yang diperlukan dan mendesak adalah Penetapan bahwa Ahmadiyah SESAT dari Islam, karenanya HARUS dibubarkan. Lalu orang-orangnya diajak dialog untuk kembali pada kebenaran (ruju’ ilal haq)

Adu Domba Umat Islam

INFO : Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi mengingatkan ntuk tidak melibatkan NU dalam Insiden Monas. “Karena tidak ada relevansi NU dengan Insiden Monas, NU dengan FPI. Tidak ada hak apapun untuk giring GPANshor, Pagar Nusa, Lakspedam NU pada Insiden Monas. Saya ingatkan pada yang bersangkutan supaya hentikan langkah-langkahnya. NU akan beri sanksi pada yang melakukan provokasi. PBNU menyeru warga NU se-Indonesia TETAP pada pos dan kediamannya masing-masing” (detik.com, 03/06/2008)

KOMENTAR:
Jadi sangat jelas, ada provokasi untuk tunggangi NU dan diadu-dombakan dengan FPI dan Ormas Islam lain, demi: Ahmadiyah(agar tidak jadi dibubarkan) dan kepentingan mereka (yang melakukan provokasi).

Rusaknya Negara Sekuler

INFO : Menteri Agama maftuh Basyuni: “SKB bukan untuk membubarkan Ahmadiyah. Pemerintah ‘kan tidak punya hak sama sekali untuk bubarkan Ahmadiyah. Kami menunggu situasi reda untuk umumkan SKB” (NU Online, 13/05/2008 pkl 16.00)

KOMENTAR :
Inilah NEGARA SEKULER. Penodaan terhadap agama dibiarkan oleh negara/penguasa. Semua kebijakan (termasuk kebijakan “penistaan+penodaan” agama) selalu BISA dikompromikan. SKB nampaknya akan keluar / diterbitkan, tapi BUKAN untuk melarangnya. WASPADA!

Selasa, 24 Juni 2008

Liberalisme Merusak Kehidupan

INFO : Sejumlah warga RW 08 Desa Kotabatu Kec. Ciomas menyoroti keberadaan rumah ibadah di kawasan Kotabatu. Pasalnya, warga tak pernah memberikan izin persetujuan pembangunan tempat ibadah tersebut. “Mereka mengurus izin, tapi bukan izin tempat ibadah, melainkan izin tempat kursus bahasa Inggris & Mandarin”, ujar Sekdes Kotabatu Hunaan Ch. (Radar Bogor, 13/06/2008)

KOMENTAR:
Akibat Liberalisme, pemerintah SERING ABAI jaga aqidah umat Islam.