INFO :
Dampak krisis keuangan di Americka Serika terhadap perkonomian global semakin serius. Bank Indonesia bahkan mengakui krisis yang terjadi di luar prediksi mereka. Gejolak yang terjadi saat ini berbeda dengan krisis yang terjadi pada 1997-1998. Titik pusat krisis 1997-1998 berada di Asia, termasuk Indonesia, sedangkan krisis keuangan saat ini episentrumnya di AS, tutur Gubernur Bank Indonesia Budiono. (SINDO, 06/10/2008)
KOMENTAR :
Kedua krisis tersebut sama-sama disebabkan oleh sistem Kapitalisme yang semakin menunjukkan kebobrokan dan kelemahannya. Tentunya, karena dibuat dan dirumuskan oleh manusia, Kapitalisme pun sedang menuju kehancurannya, seperti yang telah dialami Sosialisme. Saatnya Syariah Islam kembali diterapkan dalam kehidupan.
Tampilkan postingan dengan label Syariat Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariat Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Oktober 2008
Sabtu, 27 September 2008
Yuk, Kembali Ke Syariah!
INFO:
"Saya adalah seorang yang memercayai pasar bebas sehingga insting saya menolak campur tangan pemerintah. Akan tetapi, ini bukanlah situasi yang normal. Pasar tidak berfungsi baik sehingga kepercayaan investor hilang," kata Presiden Bush (KOMPAS, 23/09/2008)
KOMENTAR:
Sistem Kapitalisme yang diterapkan pemerintah AS adalah hasil produksi "otak manusia". Sehinga saat diterapkan akan ditemukan berbagai kelemahan yang mengakibatkan kehancuran hidup manusia. Hal ini terjadi karena "otak manusia" memang mengandung kekurangan, kelemahan, kekhilafan, dan keterbatasan yang akan berimplikasi kepada produk yang dihasilkannya. Selain itu perasaan dan insting sering mendominasi dalam proses penggunaan "otak manusia".
Karena itu, serahkanlah pengaturan hidup manusia kepada Allah SWT Sang Pencipta seluruh manusia (termasuk orang yang merumuskan sistem Kapitalisme). Aturlah hidup manusia dengan Aturan yang telah Allah tetapkan.
Mengapa? Karena Allah sajalah yang mengetahui apa saja yang terbaik untuk manusia. mengetahui apa yang dibutuhkan manusia, mengetahui apa yang menjadi kelemahan manusia. Sehingga, Aturan Allah bisa dipastikan terhindar dari kelemahan, kecacatan, kekurangan dan keterbatasan.
Kapitalisme sudah GAGAL, Saatnya ISLAM MENGATUR KEHIDUPAN INI!
ARTIKEL TERKAIT:
1. KHUTBAH IDUL FITRI 1429 H : KAPITALISEM DI UJUNG TANDUK, KHILAFAH DI DEPAN MATA
2. KENISCAYAAN RUNTUHNYA KAPITALISME
3. PENTINGNYA MEMPERHATIKAN AL QUR'AN
-.-
"Saya adalah seorang yang memercayai pasar bebas sehingga insting saya menolak campur tangan pemerintah. Akan tetapi, ini bukanlah situasi yang normal. Pasar tidak berfungsi baik sehingga kepercayaan investor hilang," kata Presiden Bush (KOMPAS, 23/09/2008)
KOMENTAR:
Sistem Kapitalisme yang diterapkan pemerintah AS adalah hasil produksi "otak manusia". Sehinga saat diterapkan akan ditemukan berbagai kelemahan yang mengakibatkan kehancuran hidup manusia. Hal ini terjadi karena "otak manusia" memang mengandung kekurangan, kelemahan, kekhilafan, dan keterbatasan yang akan berimplikasi kepada produk yang dihasilkannya. Selain itu perasaan dan insting sering mendominasi dalam proses penggunaan "otak manusia".
Karena itu, serahkanlah pengaturan hidup manusia kepada Allah SWT Sang Pencipta seluruh manusia (termasuk orang yang merumuskan sistem Kapitalisme). Aturlah hidup manusia dengan Aturan yang telah Allah tetapkan.
Mengapa? Karena Allah sajalah yang mengetahui apa saja yang terbaik untuk manusia. mengetahui apa yang dibutuhkan manusia, mengetahui apa yang menjadi kelemahan manusia. Sehingga, Aturan Allah bisa dipastikan terhindar dari kelemahan, kecacatan, kekurangan dan keterbatasan.
Kapitalisme sudah GAGAL, Saatnya ISLAM MENGATUR KEHIDUPAN INI!
ARTIKEL TERKAIT:
1. KHUTBAH IDUL FITRI 1429 H : KAPITALISEM DI UJUNG TANDUK, KHILAFAH DI DEPAN MATA
2. KENISCAYAAN RUNTUHNYA KAPITALISME
3. PENTINGNYA MEMPERHATIKAN AL QUR'AN
-.-
Kamis, 25 September 2008
Koalisi Partai untuk Terapkan Aturan Allah
INFO:
Parpol diminta merumuskan koalisi besar dan permanen untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Gubernur Lemhanas Muladi mengingatkan, format koalisi yang dibutuhkan saat ini bukan koalisi pragmatis seperti yang dilakukan di beberapa Pilkada (SINDO, 25/09/2008)
KOMENTAR:
Sudah semestinya parpol dan seluruh komponen masyarakat memahami bahwa untuk membangun kehidupan bangsa ini menjadi lebih baik dan sejahtera adalah dengan bersama-sama menghilangkan sikap pragmatis yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Ambisi pribadi & kelompok harus dibuang jauh-jauh. Sudah saatnya kita bersama-sama berjuang dan membangun kehidupan yang diRidhoi Allah SWT, yaitu kembali kepada kehidupan yang menerapkan Syariat Islam secara Kaffah. Yang melindungi dan mensejahterakan seluruh komponen masyarakat, baik muslim maupun non muslim. Hilangkan keraguan untuk menerapkan Aturan Allah SWT dalam kehidupan. Bersikap jujurlah pada diri sendiri. Akui bahwa Syariat Islam (Aturan Allah) itu yang TERBAIK.
Artikel Terkait:
1. Perlakuan Negara Khilafah terhadap Non Muslim
2. Pemahaman tentang Syariat
-,
Parpol diminta merumuskan koalisi besar dan permanen untuk membentuk pemerintahan yang kuat. Gubernur Lemhanas Muladi mengingatkan, format koalisi yang dibutuhkan saat ini bukan koalisi pragmatis seperti yang dilakukan di beberapa Pilkada (SINDO, 25/09/2008)
KOMENTAR:
Sudah semestinya parpol dan seluruh komponen masyarakat memahami bahwa untuk membangun kehidupan bangsa ini menjadi lebih baik dan sejahtera adalah dengan bersama-sama menghilangkan sikap pragmatis yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Ambisi pribadi & kelompok harus dibuang jauh-jauh. Sudah saatnya kita bersama-sama berjuang dan membangun kehidupan yang diRidhoi Allah SWT, yaitu kembali kepada kehidupan yang menerapkan Syariat Islam secara Kaffah. Yang melindungi dan mensejahterakan seluruh komponen masyarakat, baik muslim maupun non muslim. Hilangkan keraguan untuk menerapkan Aturan Allah SWT dalam kehidupan. Bersikap jujurlah pada diri sendiri. Akui bahwa Syariat Islam (Aturan Allah) itu yang TERBAIK.
Artikel Terkait:
1. Perlakuan Negara Khilafah terhadap Non Muslim
2. Pemahaman tentang Syariat
-,
Kamis, 04 September 2008
Umat & Umara' Bersatu dengan Syariah
.
INFO:
Menteri Agama satukan Lebaran. "Kami ingin mempercepat persatuan dan kesatuan," kata Menag M. Maftuh Basyuni (Jurnal Bogor, 01/09/2008)
KOMENTAR:
Persatuan akan terwujud, jika umat dan Umara' berpegang teguh pada Syari'at Islam dan tidak mempedulikan kepentingan dan agenda asing yang merugikan rakyat.
.
INFO:
Menteri Agama satukan Lebaran. "Kami ingin mempercepat persatuan dan kesatuan," kata Menag M. Maftuh Basyuni (Jurnal Bogor, 01/09/2008)
KOMENTAR:
Persatuan akan terwujud, jika umat dan Umara' berpegang teguh pada Syari'at Islam dan tidak mempedulikan kepentingan dan agenda asing yang merugikan rakyat.
.
Senin, 07 Juli 2008
Selesaikan Permasalahan Indonesia-Malaysia dengan SYARIAH
INFO : Pemerintah Indonesia dan Malaysia besok meresmikan tim pakar bersama (EPG). Tim tersebut dibentuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kerap menimbulkan ketegangan antara Malaysia dan Indonesia. Setelah dilantik, anggota EPG akan memberikan rekomendasi untuk kedua kepala negara. Rekomendasi tersebut tidak bersifat mengikat, tapi lebih sebagai pemberian pendapat alternatif bagi kepala negara. ”Jadi, sifatnya tidak binding (mengikat). Lebih seperti imbauan,” ungkap Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah. (Radar Bogor, 06/07/2008)
KOMENTAR :
Andai saja rekomendasi yang diberikan adalah penyatuan Indonesia – Malaysia dan penerapan Syariat Islam, tentunya semua permasalahan yang terjadi akan TERSELESAIKAN dengan TUNTAS dan SYAR’I
KOMENTAR :
Andai saja rekomendasi yang diberikan adalah penyatuan Indonesia – Malaysia dan penerapan Syariat Islam, tentunya semua permasalahan yang terjadi akan TERSELESAIKAN dengan TUNTAS dan SYAR’I
Labels:
Bilateral,
Indonesia,
Kesatuan Umat,
Malaysia,
Syariat Islam
Selasa, 24 Juni 2008
Satukan Indonesia-Malaysia dengan Syariah Islam
INFO : Departemen Luar Negeri (DEPLU) memilih berhati-hati dalam menyikapi berbagai reaksi yang muncul terhadap pembangunan helipad Malaysia di dekat perbatasan Indonesia. “Langkah Deplu menunggu saja. Kita lihat perkembangan. Jangan sampai muncul polemik berkepanjangan,” ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah. Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi menilai tindakan Malaysia membangun helipad di perbatasan Kalbar melecehkan kedaulan Indonesia (Radar Bogor, 13/06/2008)
KOMENTAR :
Hilangkan polemik berkepanjangan dengan menyatukan Indonesia-Malaysia dan negeri Muslim lainnya dalam satu kesatuan kepemimpinan Khilafah Islamiyah yang tidak lagi memandang batasan negeri kaum muslimin. Hubungan antar sesama diatur dengan Syariah Islam.
KOMENTAR :
Hilangkan polemik berkepanjangan dengan menyatukan Indonesia-Malaysia dan negeri Muslim lainnya dalam satu kesatuan kepemimpinan Khilafah Islamiyah yang tidak lagi memandang batasan negeri kaum muslimin. Hubungan antar sesama diatur dengan Syariah Islam.
Labels:
Kesatuan Umat,
Khilafah,
Syariat Islam,
Umat Sejahtera
Langganan:
Postingan (Atom)