INFO:
Pasangan Diani-Ru’yat berjalan kaki menuju kantor KPU Kota Bogor untuk melakukan pendaftaran Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bogor. “Kami tidak ingin aktivitas masyarakat terganggu akibat proses pendaftaran calon. Kami menghormati masukan dari semua pihak, sehingga Diani-Ru’yat rela berjalan kaki,” ujar Sekretaris Tim Sukses Diani-Ru’yat, Aly Yusuf. (Radar Bogor, 11/08/2008)
KOMENTAR:
Semoga sikap memahami rakyat ini tidak terbatas saat melakukan proses kampanye. Rakyat sangat berharap bahwa pemimpinnya memiliki sikap yang senantiasa memberikan tauladan yang baik dalam kehidupan serta tidak menyulitkan rakyat. Pengawalan yang ketat terhadap pejabat, sejatinya mengandung unsur mengganggu masyarakat. Beda dengan pemimpin yang dicintai rakyat, maka pengawalan tersebut dirasa tidak diperlukan lagi.
Tampilkan postingan dengan label Wakil Rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wakil Rakyat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Agustus 2008
Rabu, 06 Agustus 2008
Pejabat HARUS Jujur
INFO :
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih memberi waktu kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menteri Kehutanan M.S. Kaban. Kedua menteri tersebut diminta memberikan keterangan sejujur-jujurnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan tuduhan menerima aliran dana Bank Indonesia (BI). (Radar Bogor, 05/08/2008)
KOMENTAR :
Sudah suatu kemestian bahwa setiap Pejabat Negara memiliki kejujuran. Jabatan harus dipandang sebagai amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Rakyat dan Allah SWT.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih memberi waktu kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Menteri Kehutanan M.S. Kaban. Kedua menteri tersebut diminta memberikan keterangan sejujur-jujurnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan tuduhan menerima aliran dana Bank Indonesia (BI). (Radar Bogor, 05/08/2008)
KOMENTAR :
Sudah suatu kemestian bahwa setiap Pejabat Negara memiliki kejujuran. Jabatan harus dipandang sebagai amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Rakyat dan Allah SWT.
Labels:
Kinerja Pemerintah,
Pejabat Negara,
Wakil Rakyat
Sabtu, 02 Agustus 2008
Golput karena tidak Percaya Parpol dan Elite Politik
INFO:
Golput di Jatim secara keseluruhan sebesar 39.2% dari jumlah pemilih yang terdaftar. Dari suara yang terkumpul, tidak ada pasangan yang meraih lebih dari 30%, paling tinggi 25.52% (KOMPAS, 24/07/2008)
KOMENTAR :
lagi-lagi GOLPUT yang menang. Tambah lagi bukti nyata, bahwa Rakyat TIDAK PERCAYA kepada Parpol dan Elite.
Golput di Jatim secara keseluruhan sebesar 39.2% dari jumlah pemilih yang terdaftar. Dari suara yang terkumpul, tidak ada pasangan yang meraih lebih dari 30%, paling tinggi 25.52% (KOMPAS, 24/07/2008)
KOMENTAR :
lagi-lagi GOLPUT yang menang. Tambah lagi bukti nyata, bahwa Rakyat TIDAK PERCAYA kepada Parpol dan Elite.
Labels:
Elite Politik,
Golput,
Kampanye; Pilkada,
Wakil Rakyat
Kamis, 24 Juli 2008
Sayangi Rakyat, Jangan Cari Popularitas
INFO : Indra J Piliang juga menilai saat ini popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang menurun. Sayangnya, Indra tidak menjelaskan seberapa besar penurunan popularitas SBY. Tetapi, kata dia, untuk memperbaiki popularitasnya itu, SBY perlu melakukan beberapa hal dalam waktu dekat ini. Di antaranya, harus meningkatkan kinerja pemerintahan, terutama di bidang ekonomi. "Kalau itu didahulukan, maka dipastikan popularitasnya akan kembali naik," terangnya (Radar Bogor, 23/07/2008)
KOMENTAR :
Lakukan kebijakan “Sayangi Rakyat” dengan terapkan Aturan Allah maka dukungan seluruh rakyat akan diperoleh. Jangan jadikan popularitas sebagai alasan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Tingkatkan kinerja karena ingin mensejahterakan rakyat, karena itu amanah seorang pemimpin negara.
KOMENTAR :
Lakukan kebijakan “Sayangi Rakyat” dengan terapkan Aturan Allah maka dukungan seluruh rakyat akan diperoleh. Jangan jadikan popularitas sebagai alasan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Tingkatkan kinerja karena ingin mensejahterakan rakyat, karena itu amanah seorang pemimpin negara.
Kamis, 17 Juli 2008
Rakyat Cerdas Pilih Pemimpin Amanah
INFO : Korban lumpur Lapindo TIDAK PEDULI Pilkada Jatim (Liputan 6 Pagi SCTV, 17/07/2008)
KOMENTAR:
Jangan Salahkan rakyat jika memilih untuk TIDAK MEMILIH pada PILKADA/PEMILU.
Semuanya akibat sikap pragmatisme pemimpin dan wakil rakyat.
Dekati & sayangi rakyat sepanjang waktu, tidak hanya saat Kampanye Pemilu/Pilkada.
Rakyat SEMAKIN CERDAS !!
KOMENTAR:
Jangan Salahkan rakyat jika memilih untuk TIDAK MEMILIH pada PILKADA/PEMILU.
Semuanya akibat sikap pragmatisme pemimpin dan wakil rakyat.
Dekati & sayangi rakyat sepanjang waktu, tidak hanya saat Kampanye Pemilu/Pilkada.
Rakyat SEMAKIN CERDAS !!
Labels:
Kampanye; Pilkada,
Pragmatis,
Rakyat Kecil,
Wakil Rakyat
Selasa, 01 Juli 2008
Pengusaha "SALAH", dibiarkan
INFO: Pelanggaran terhadap hak-hak normatif buruh tidak pernah tuntas. Pemerintah yang berfungsi sebagai lembaga pengawasan terhadap ketenagakerjaan dituntut bersikap tegas dalam mengatasi persoalan itu. Dua permasalahan serius yang sering terjadi di lingkungan hubungan industrial yakni pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pelanggaran hak-hak normatif buruh.
“Dua kasus ini diprediksi akan tetap menjadi ancaman bagi buruh apabila tidak ada ketegasan dari pemerintah,” ujar anggota Komisi D DPRD Kota Bogor Ani Sumarni kepada Radar Bogor, beberapa waktu lalu. (Radar Bogor, 30/06/2008)
KOMENTAR: Ketegasan Pemerintah hanya akan dilakukan jika Rakyat Kecil yang melakukan "Kesalahan". TIDAK ADA ketegasan, jika Pengusaha yang berbuat "Kesalahan".
“Dua kasus ini diprediksi akan tetap menjadi ancaman bagi buruh apabila tidak ada ketegasan dari pemerintah,” ujar anggota Komisi D DPRD Kota Bogor Ani Sumarni kepada Radar Bogor, beberapa waktu lalu. (Radar Bogor, 30/06/2008)
KOMENTAR: Ketegasan Pemerintah hanya akan dilakukan jika Rakyat Kecil yang melakukan "Kesalahan". TIDAK ADA ketegasan, jika Pengusaha yang berbuat "Kesalahan".
Labels:
Buruh,
Kinerja Pemerintah,
Rakyat Kecil,
Wakil Rakyat
Kasihan Rakyat Kecil
INFO: Kekeringan pada musim kemarau sudah menjadi hal yang biasa. Namun jika tidak mendapatkan air selama empat tahun, tentu kondisinya sangat memprihatinkan. Hal itulah yang kini dialami oleh warga Kampung Muara, Desa Muara Jaya Kecamatan Caringin. "Memang saluran irigasi yang berada di kampung kami sudah jebol sejak tahun 2004," ucap Ketua Kelompok Tani Sukamaju Gumyadi. Hal yang sama diungkapkan petani setempat Cecep, kurangnya perhatian pemerintah atas nasib petani membuat mereka bingung harus meminta tolong kepada siapa lagi. "Terbukti, sampai saat ini tidak adanya perbaikan dari pemerintah," ucapnya. Tidak hanya itu, beberapa kali surat permohonan petani setempat agar perbaikan irigasi dilakukan, belum pernah mendapat tanggapan. “Ini menunjukkan pemerintah tidak berpihak kepada rakyat kecil. Kalau begini terus keadaannya kami tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga kami. Sedangkan pekerjaan lain kami tidak punya,” katanya. (Radar Bogor, 01/07/2008)
KOMENTAR: Rakyat Kecil didekati dan dibutuhkan hanya untuk keperluan perolehan suara dalam pemilu atau pilkada. Beda dengan Islam, Pemimpin Negara bagaikan orangtua bagi rakyatnya. Setiap keinginan dan kebutuhan rakyat diupayakan dipenuhi. Binatang pun diupayakan tidak sampai terperosok saat berjalan di negeri yang dipimpinnya.
KOMENTAR: Rakyat Kecil didekati dan dibutuhkan hanya untuk keperluan perolehan suara dalam pemilu atau pilkada. Beda dengan Islam, Pemimpin Negara bagaikan orangtua bagi rakyatnya. Setiap keinginan dan kebutuhan rakyat diupayakan dipenuhi. Binatang pun diupayakan tidak sampai terperosok saat berjalan di negeri yang dipimpinnya.
Labels:
Kampanye; Pilkada,
Pemilu,
Rakyat Kecil,
Wakil Rakyat
Selasa, 24 Juni 2008
Hilangnya Idealisme PILKADA
INFO : Menjelang Pilwalkot Bogor, perkembangan menarik muncul. Pasangan Diani Budiarto-Ahmad Ru'yat terancam pecah, menyusul belum adanya dukungan tertulis dari Golkar dan PDIP untuk wakil Diani saat rapat akbar Parpol pengusung dan pendukung Diani di ruang pajajaran Hotel Salak, tadi malam (Radar Bogor, 20/06/2008)
KOMENTAR :
Tarik Menarik kepentingan kelompok sering terjadi dan dilakukan oleh Parpol saat jelang pemilihan kepala daerah/negara. Idealisme memilih pemimpin yang amanah dan mampu memimpin serta melakukan perubahan mendasar pada kehidupan masyarakat sudah hilang
KOMENTAR :
Tarik Menarik kepentingan kelompok sering terjadi dan dilakukan oleh Parpol saat jelang pemilihan kepala daerah/negara. Idealisme memilih pemimpin yang amanah dan mampu memimpin serta melakukan perubahan mendasar pada kehidupan masyarakat sudah hilang
Sabtu, 21 Juni 2008
Sediakan Kebutuhan Rakyat
Banyaknya pelanggaran yang dilakukan pangkalan minyak dengan memberlakukan harga jual jauh dari ketentuan pemerintah, membuat Bupati Bogor Agus Utara Effendi mengeluarkan keputusan harga eceran tertinggi (HET) minyak tanah yang tertuang dalam surat keputusan Bupati No.511.1/334/Kpts/Huk/2008. "Keputusan ini jangan dianggap main-main. Kalau di lapangan ditemukan pelanggaran akan kami tindak," terang Kabid Disperindag Kab. Bogor M Alex GP (Radar Bogor, 19/06/2008)
KOMENTAR :
Sudah menjadi tugas pemerintah untuk menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
KOMENTAR :
Sudah menjadi tugas pemerintah untuk menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Labels:
Kinerja Pemerintah,
Rakyat Kecil,
Wakil Rakyat
Rabu, 09 April 2008
Wakil Rakyat Sibuk Pilkada
Kampanye Calon Gubernur dan Wakil Gubernur telah menyedot hampir habis penghuni Gedung DPRD Jawa Barat. Pantauan Republika, sejak Senin (7/4) hingga Selasa (8/4), tidak terlihat banyak wakil rakyat yang masuk kerja untuk mengurus kepentingan rakyat (Republika, 09/04/2008)
KOMENTAR : Lagi-lagi rakyat dilupakan ! Wakil Rakyat TIDAK PEDULI-kan Rakyatnya! Ini bukti bahwa mereka menjadi “wakil rakyat” bukan karena ingin mengabdi dan mensejahterakan rakyat. Namun, lebih karena keinginan untuk memiliki akses pada kekuasaan dan kekayaan. Kasihan mereka! Tidak paham esensi seorang wakil rakyat.
KOMENTAR : Lagi-lagi rakyat dilupakan ! Wakil Rakyat TIDAK PEDULI-kan Rakyatnya! Ini bukti bahwa mereka menjadi “wakil rakyat” bukan karena ingin mengabdi dan mensejahterakan rakyat. Namun, lebih karena keinginan untuk memiliki akses pada kekuasaan dan kekayaan. Kasihan mereka! Tidak paham esensi seorang wakil rakyat.
Langganan:
Postingan (Atom)