INFO : Kasatgas Antiteror dan Bom Mabes Polri Brigjen (Pol) Surya Dharma menyatakan Indonesia menjadi ladang subur bagi gerakan teroris karena ada sekelompok orang yang bercita-cita mendirikan NII atau Kekhilafahan yang tak menampik cara-cara kekerasan (Radar-Bogor, 06/07/2008)
KOMENTAR :
Tampak jelas bahwa kelompok anti-syariah tidak akan pernah berhenti berupaya menggagalkan perjuangan dan keinginan umat Islam untuk menerapkan Aturan Allah (Syariat Islam). Berbagai cara mereka lakukan, mulai cara adu domba antara Pejuang Syariah dengan Kelompok Tradisional, adu domba dengan ‘tokoh’ pembela kesesatan, mendiskreditkan Indonesia sebagai “sarang teroris” (padahal jelas sumbernya dari Singapura), Agenda linkage (pengkaitan) dan sebagainya. Ingatlah Firman Allah SWT: “Tidak akan pernah Ridho Kaum Yahudi dan Nashara’, sampai kalian mengikuti millah mereka.” (Al Ayat)
Tampilkan postingan dengan label Kesatuan Umat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesatuan Umat. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Juli 2008
Selesaikan Permasalahan Indonesia-Malaysia dengan SYARIAH
INFO : Pemerintah Indonesia dan Malaysia besok meresmikan tim pakar bersama (EPG). Tim tersebut dibentuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kerap menimbulkan ketegangan antara Malaysia dan Indonesia. Setelah dilantik, anggota EPG akan memberikan rekomendasi untuk kedua kepala negara. Rekomendasi tersebut tidak bersifat mengikat, tapi lebih sebagai pemberian pendapat alternatif bagi kepala negara. ”Jadi, sifatnya tidak binding (mengikat). Lebih seperti imbauan,” ungkap Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah. (Radar Bogor, 06/07/2008)
KOMENTAR :
Andai saja rekomendasi yang diberikan adalah penyatuan Indonesia – Malaysia dan penerapan Syariat Islam, tentunya semua permasalahan yang terjadi akan TERSELESAIKAN dengan TUNTAS dan SYAR’I
KOMENTAR :
Andai saja rekomendasi yang diberikan adalah penyatuan Indonesia – Malaysia dan penerapan Syariat Islam, tentunya semua permasalahan yang terjadi akan TERSELESAIKAN dengan TUNTAS dan SYAR’I
Labels:
Bilateral,
Indonesia,
Kesatuan Umat,
Malaysia,
Syariat Islam
Intervensi AS dalam Masalah Agama
INFO: Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS merekomendasikan kepada Menlu AS Condoleezza Rice: “Pemerintah INDONESIA tidak mampu dan tidak mau meredam kekerasan dan penutupan paksa tempat ibadah agama minoritas.” AS menuduh kekuatan politik dan kelompok Islam ekstrim sebagai pendorongnya (Media Indonesia, 4/5/08)
KOMENTAR:
Ini intervensi nyata AS terhadap Indonesia. Selain kirim surat ke Depag, lalu menekan SBY, AS juga melakukan tekanan-tekanan lain. Tujuannya sangat jelas: “supaya Ahmadiyah tidak dilarang, hingga konflik di Indonesia terus terjadi dan Indonesia tetap lemah serta Islam dijauhi.”
KOMENTAR:
Ini intervensi nyata AS terhadap Indonesia. Selain kirim surat ke Depag, lalu menekan SBY, AS juga melakukan tekanan-tekanan lain. Tujuannya sangat jelas: “supaya Ahmadiyah tidak dilarang, hingga konflik di Indonesia terus terjadi dan Indonesia tetap lemah serta Islam dijauhi.”
Labels:
Intervensi,
Kepentingan Asing,
Kesatuan Umat,
Umat Islam
Ahmadiyah SESAT dari Islam
INFO: 1) MUI meminta Pemerintah SEGERA keluarkan SKB tentang Pembubaran Ahmadiyah, 2) Prof. Din Syamsuddin akan berdialog dengan Ahmadiyah (TVOne 6/6/08 pk 00.20)
KOMENTAR:
Yang diperlukan dan mendesak adalah Penetapan bahwa Ahmadiyah SESAT dari Islam, karenanya HARUS dibubarkan. Lalu orang-orangnya diajak dialog untuk kembali pada kebenaran (ruju’ ilal haq)
KOMENTAR:
Yang diperlukan dan mendesak adalah Penetapan bahwa Ahmadiyah SESAT dari Islam, karenanya HARUS dibubarkan. Lalu orang-orangnya diajak dialog untuk kembali pada kebenaran (ruju’ ilal haq)
Labels:
Ahmadiyah,
Kesatuan Umat,
Kinerja Pemerintah,
Sistem Rusak,
Umat Islam
Penguasa Alihkan Perhatian
INFO : Penguasa alihkan perhatian AKSI UMAT TOLAK KENAIKAN HARGA BBM menjadi isu “Ahmadiyah+Pluralisme” shingga posisi Ahmadiyah dan Aliansi Kebangsaan ada di atas angin, padahal sebelumnya sangat kuat tuntutan untuk SEGERA dikeluarkan SKB 3 Menteri tentang Pembubaran Ahmadiyah. Inilah bukti nyata PENGUASA YANG JAHAT (“Sulthon Jair”). AKIBATNYA:
Ahmadiyah TIDAK JADI DIBUBARKAN
Antar Ummat Islam DIADU-DOMBA (terutama FPI & NU)
Momentum dan isu Tuntutan TOLAK KENAIKAN BBM jadi hilang
Ahmadiyah TIDAK JADI DIBUBARKAN
Antar Ummat Islam DIADU-DOMBA (terutama FPI & NU)
Momentum dan isu Tuntutan TOLAK KENAIKAN BBM jadi hilang
Labels:
Kepentingan Asing,
Kesatuan Umat,
Kinerja Pemerintah
Adu Domba Umat Islam
INFO : Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi mengingatkan ntuk tidak melibatkan NU dalam Insiden Monas. “Karena tidak ada relevansi NU dengan Insiden Monas, NU dengan FPI. Tidak ada hak apapun untuk giring GPANshor, Pagar Nusa, Lakspedam NU pada Insiden Monas. Saya ingatkan pada yang bersangkutan supaya hentikan langkah-langkahnya. NU akan beri sanksi pada yang melakukan provokasi. PBNU menyeru warga NU se-Indonesia TETAP pada pos dan kediamannya masing-masing” (detik.com, 03/06/2008)
KOMENTAR:
Jadi sangat jelas, ada provokasi untuk tunggangi NU dan diadu-dombakan dengan FPI dan Ormas Islam lain, demi: Ahmadiyah(agar tidak jadi dibubarkan) dan kepentingan mereka (yang melakukan provokasi).
KOMENTAR:
Jadi sangat jelas, ada provokasi untuk tunggangi NU dan diadu-dombakan dengan FPI dan Ormas Islam lain, demi: Ahmadiyah(agar tidak jadi dibubarkan) dan kepentingan mereka (yang melakukan provokasi).
Selasa, 24 Juni 2008
Satukan Indonesia-Malaysia dengan Syariah Islam
INFO : Departemen Luar Negeri (DEPLU) memilih berhati-hati dalam menyikapi berbagai reaksi yang muncul terhadap pembangunan helipad Malaysia di dekat perbatasan Indonesia. “Langkah Deplu menunggu saja. Kita lihat perkembangan. Jangan sampai muncul polemik berkepanjangan,” ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah. Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi menilai tindakan Malaysia membangun helipad di perbatasan Kalbar melecehkan kedaulan Indonesia (Radar Bogor, 13/06/2008)
KOMENTAR :
Hilangkan polemik berkepanjangan dengan menyatukan Indonesia-Malaysia dan negeri Muslim lainnya dalam satu kesatuan kepemimpinan Khilafah Islamiyah yang tidak lagi memandang batasan negeri kaum muslimin. Hubungan antar sesama diatur dengan Syariah Islam.
KOMENTAR :
Hilangkan polemik berkepanjangan dengan menyatukan Indonesia-Malaysia dan negeri Muslim lainnya dalam satu kesatuan kepemimpinan Khilafah Islamiyah yang tidak lagi memandang batasan negeri kaum muslimin. Hubungan antar sesama diatur dengan Syariah Islam.
Labels:
Kesatuan Umat,
Khilafah,
Syariat Islam,
Umat Sejahtera
Langganan:
Postingan (Atom)